Pengertian Defragment Hard Disk dan Fungsinya

Defragment mungkin istilah yang asing bagi banyak orang awam, namun tidak begitu bagi orang yang tertarik dunia IT. Berikut ini informasi mengenai pengertian defragment hard disk dan fungsinya yang akan berguna bagi Anda yang sedang ingin mempelancar kinerja komputer.

Defragment hard disk berarti proses defragmen pada hard disk yang ada dikomputer Anda, dimana proses ini berguna untuk merapikan file pada hard disk Anda. Tujuannya untuk menjaga kelancaran kinerja dan kestabilan hard disk ketika digunakan.

 

Pengertian Defragment Hard Disk dan Fungsinya

Pengertian Defragment Hard Disk dan Fungsinya

Pengertian Defragment Hard Disk dan Fungsinya

 

Fungsi Defragment Hard Disk

Poin pertama telah menjelaskan pengertian defragment hard disk dan fungsinya akan dibahas pada poin kedua ini. Hard disk sebagai tempat penyimpanan di komputer memiliki ribuan bahkan jutaan file. File-file yang ada pada hard disk perlu sesekali dirapikan untuk mempermudah kita dalam pencarian file, dengan melakukan defragmen. Berikut ini beberapa fungsi defragment hard disk:

  1. Merapikan file pada hard disk

Tujuan utama dari defragmen hard disk adalah untuk merapikan file yang ada pada hard disk.

  1. Mempercepat pembacaan data pada hard disk

Proses defragmen hard disk mengakibatkan data tersusun secara terpusat dan berurutan (disusun berdasarkan susunan alpabet). Sehingga akan mudah dalam pembacaan data.

  1. Melakukan scandisk secara tidak langsung

Tahap pertama saat akan melakukan defragment adalah scandisk terlebih dahulu untuk memverifikasi data.

  1. Mempertahankan kinerja komputer

Data yang sudah rapi akan mempermudah kinerja processor sehingga kinerja komputer tidak terlalu berat. Hal ini untuk menjaga komputer tidak lemot

  1. Memastikan mana file yang terpakai dan mana file yang korup/ terindikasi “bad”

 

Dampak Proses Defragment pada Hard Disk

Proses merapikan hard disk secara defragmen memang sangat berguna, namun tidak serta merta dapat dilakukan secara sering/ terus-menerus. Ada beberapa dampak yang bisa terjadi jika melakukan defragment pada hard disk, yaitu:

  1. Apabila terlalu sering melakukan defragmen dapat memperpendek usia hard disk, karena proses defragmen mengakibatkan hard disk menjadi panas.
  2. Menurunkan kecepatan putar kepingan pada hard disk.

Karena defragmen proses yang menyeluruh dan panjang maka, proses ini berdampak pada melambatnya putaran kepingan hard disk.

  1. Menimbulkan bad marking sektor secara shadow pada hard disk.

Apabila dalam defragmen ada sektor yang sedikit saja susah diakses, maka sektor tersebut dapat ditandai sebagai bad sektor, yang akan berpengaruh pada operating system yang kita gunakan.

  1. Proses defragmen berpengaruh pada firmware hard disk

Selain untuk menata file pada piringan baja, proses ini juga mengecek posisi register di dalam firmware. Proses yang bersifat panas jika dilakukan secara lama, akan mengakibatkan sedikit konsleting pada hard disk. Konsleting pada hard disk saat proses defragmen bisa menimbulkan kesalahan pembacaan register, yang berdampak terganggunya proses booting.

 

Adakah Perubahan Data File saat Proses Defragmentasi?

Mungkin ada orang yang bertanya-tanya, apakah ada file yang berubah ketika proses defragmen? Maka jawabannya adalah tidak ada. Pada dasarnya proses defragmen hanya melakukan pembersihan dan merapikan file secara menyeluruh. Pembersihan disini maksudnya adalah pembersihan dari cache dan virus yang menyebabkan pembacaan data menjadi lamban.

 

Proses Defragmentasi pada Hard Disk

Berikut ini beberapa langkah dalam proses defragment hard disk:

  1. Hapus file yang sudah tidak digunakan.
  2. Hapus history dan cache
  3. Bersihkan Recycle Bin.
  4. Manfaatkan Disk Cleanup untuk menghapus file yang tidak diperlukan. Klik Start → Accessories → System Tools → Disk Cleanup.
  5. Manfaatkan aplikasi Disk Check (Chkdsk) untuk memperbaiki disk eror dan lainnya.
  6. Buatlah backup system dengan membuat System Restore Point dengan Windows System Tools. Klik Start → Accessoris → System Tools → System Restore.
  7. Selanjutnya disable windows page file dengan Klik Start → Control Panel → System → Advance → Tab Performance → Setting. Dibagian Virtual Memory, Klik Change → No (untuk melakukan paging file) → Set
  8. Tutup semua Program, dan putuskan sambungan internet.
  9. Jalankan aplikasi defragmenter

Bisa dengan aplikasi bawaan Windows atau aplikasi lain yang dapat diunduh gratis.

  1. Jika menggunakan disk defragmenter dari Windows, maka klik Start → Accessories → System Tools → Disk Defragmenter → pilih drive yang ingin di defrag → OK

 

Kapan Sebaiknya Dilakukan Difragmen Hard Disk?

Setelah tau pengertian defragment hard disk dan fungsinya, maka selanjutnya perlu diketahui kapan sebaiknya dilakukan defragmen hard disk. Defragment perlu dilakukan secara rutin, namun tidak perlu sering karena akan berpengaruh pada kinerja hard disk. Pada Windows XP, Windows 7, Windows 8, Windows 10 dan MacOS biasanya defragmen telah dijadwalkan otomatis. Akan tetapi sebagai pengguna komputer perlu mensetting jadwal terlebih dahulu agar proses defragmen berjalan secara otomatis. Sedangkan untuk MacOS, proses defragmen berjalan secara otomatis.

Add Comment