Pengertian Fiber Optik, Jenis, dan Cara Kerjanya

Anda mungkin sudah sering melihat plang di pinggir jalan yang memberitahu sedang ada proyek galian kabel fiber optik namun masih belum tahu tentang pengertian fiber optik itu sendiri. Fiber optik biasanya digunakan oleh perusahaan telekomunikasi skala besar untuk mendapatkan kecepatan tinggi transmisi data jarak jauh. Fiber optik telah mengambil alih peranan tembaga sebagai media transmisi data jarak jauh kira-kira 20 tahun yang lalu.

Penemuan fiber optik juga membuat revolusi di bidang internet dunia karena urusan mentransmisi data jarak jauh dengan kecepatan tinggi sudah bukan menjadi masalah lagi. Selain itu, biaya produksi yang lebih rendah juga turut menjadi faktor mengapa saat ini fiber optik menjadi pilihan utama perusahaan-perusahaan telekomunikasi. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah pengertian fiber optik, jenis-jenis, dan juga cara kerjanya.

 

Pengertian Fiber Optik

Fiber optik adalah salah satu jenis kabel yang terbuat dari serat kaca atau plastik yang sangat halus yang digunakan sebagai media transmisi data jarak jauh berkecepatan tinggi. Fiber optik menggunakan prinsip pembiasan cahaya dalam mentransmisi data yang dibawanya dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Prinsip penggunaan cahaya inilah yang membuat fiber optik memiliki kemampuan mentransmisi data dalam kecepatan tinggi. Sumber cahaya yang digunakan sebagai medium pembawa data berasal dari cahaya laser atau LED.

Sedangkan untuk diameter kabelnya, fiber optik hanya memiliki diameter sebesar 120 mikrometer yang jauh lebih kecil dibandingkan satu helai rambut manusia. Untuk jarak yang bisa ditempuh, sebuah data yang ditransmisikan melalui fiber optik mampu melesat sejauh 50 km tanpa adanya satu repeater sekalipun. Data yang dapat ditransmisikan lewat fiber optik bisa berupa pengodean suara atau data komputer. Ada dua jenis fiber optik yang saat ini digunakan tergantung dengan sumber cahaya yang berisi data berasal. Berikut adalah detailnya.

pengertian fiber optik dan cara kerja

pengertian fiber optik dan cara kerja –  Imgae via quora

 

 

Jenis Fiber Optik Yang Harus Anda Ketahui

 

1.Fiber Optik Single Mode

Sesuai dengan namanya, fiber optik yang satu ini hanya memiliki sumber cahaya data satu arah saja. Maksudnya, kabel ini hanya bisa mentransmisi data dari satu inti saja dan tidak bisa sebaliknya. Jenis ini memiliki inti berdiameter 9 mikrometer yang digunakan untuk mentransmisikan cahaya infra merah dengan panjang gelombang 1300-1550 nanometer. Kelebihan dari jenis fiber optik single mode adalah jarak yang bisa ditempuh mencapai 30-100 km. Jenis ini juga memiliki bandwith yang besar mencapai 10 Gbps. Namun kekurangannya adalah tingginya biaya produksi yang harus dikeluarkan.

 

2.Fiber Optik Multimode

Berbeda dengan single mode, multimode memiliki dua atau lebih sumber cahaya LED yang dipancarkan dalam waktu bersamaan. LED tersebut akan mentransmisikan data secara saling-silang dalam gelombang infra merah sepanjang 850-1300 nanometer. Jadi jika single mode hanya sanggup melakukan transmisi satu arah, maka multimode bisa dua dan lebih banyak tergantung inti yang dimilikinya. Inti multimode juga lebih besar dari single mode, yaitu sekitar 625 mikrometer.

Kelebihan dari fiber optik multimode adalah memiliki beberapa sumber cahaya data sehingga bisa mentransmisi beberapa data sekaligus dalam satu waktu. Jenis fiber optik ini juga cenderung lebih murah dibandingkan dengan single mode. Namun kekurangannya, jenis multimode hanya mampu mencapai bandwith 1 Gbps saja. Jangkauannya pun lebih pendek, yaitu sekitar 500 meter hingga 2 km.

 

Lalu bagaimana cara kerja kabel fiber optik?

Jenis Fiber Optik

Jenis Fiber Optik image via slideshare

 

 

Cara Kerja Fiber Optik

Untuk memahami cara kerja fiber optik, anda harus tahu terlebih dahulu apa saja yang ada di dalam fiber optik itu sendiri. Sebuah fiber optik terdiri dari empat bagian yang memiliki fungsinya masing-masing yaitu inti (core), cladding, coating, dan strength member. Core adalah serat kaca tipis yang merupakan bagian inti dari fiber optik. Sedangkan cladding adalah lapisan yang membungkus core yang terbuat dari material silikon yang elastis. Selain melindungi core, cladding juga berfungsi menahan cahaya yang keluar dari core dan membelokkannya kembali.

Lalu ada coating yang merupakan mantel yang terbuat dari bahan plastik elastis. Coating berfungsi sebagai pelindung fiber optik dari semua gangguan eksternal yang mungkin dialami oleh kabel seperti kabel melengkung, lembab, dan lain-lain. Bagian yang terakhir adalah strength member yang merupakan lapisan terluar dan terkuat. Fungsinya jelas sebagai pelindung semua komponen fiber optik di dalamnya.

Nah, cara kerja kabel fiber optik ini sangat berbeda dengan kabel tembaga yang menggunakan aliran listrik sebagai media transmisi data. Fiber optik menggunakan aliran cahaya yang sudah dikonversikan dari aliran listrik sehingga tidak akan terganggu dengan adanya gelombang elektromagnetik di sekitarnya. Dalam mentransmisikan cahaya, fiber optik memanfaatkan refleksi atau pantulan cahaya total yang tinggi dari serat kaca yang dimilikinya.

Pantulan tersebut berasal dari cahaya yang berjalan pada serat kaca dengan sudut yang rendah. Kualitas transmisi data yang dihasilkan oleh fiber optik tergantung dengan kualitas bahan atau material kaca yang dimilikinya. Semakin murni kaca yang digunakan, maka semakin baik cahaya yang membawa data tersebut ditransmisikan. Fiber optik juga akan berjalan lebih baik saat dilakukan pemasangan dengan berkelok untuk memaksimalkan cahaya yang dihantarkannya. Selain itu, dibutuhkan sumber cahaya yang kuat untuk memastikan data bisa sampai ke lokasi yang diinginkan.

Demikianlah pengertian fiber optik optik, jenis-jenis, hingga cara kerja kerjanya. Masih ada jenis-jenis kabel lain yang juga digunakan sebagai media transmisi data. Tapi fiber optik masih menjadi pilihan mayoritas penyedia telekomunikasi untuk saat ini.

Add Comment