Pengertian Heatsink, Fungsi Heatsink Dan Cara Kerja Heatsink

Pengertian Heatsink beserta Fungsinya – Tak salah jika heatsink disebut-sebut sebagai cooler sejuta umat. Kenapa? Karena sejak pertama kali komputer ditemukan, heatsink-lah yang paling setia sampai sekarang menemani prosesor. Mendinginkan jika mengalami overheat sehingga kinerja prosesor tetap optimal.

Memang, dalam satu perangkat komputer heatsink merupakan komponen penting yang wajib ada. Ia akan terus menempel pada prosesor baik di komputer desktop maupun laptop. Intinya tanpa komponen ini komputer ataupun laptop tidak bisa hidup lama.

Selanjutnya mari kita bahas secara spesifik mengenai pengertian heatsink beserta fungsinya, bagaimana bentuknya, juga bagaimana sistem kerjanya.

 

Pengertian Heatsink, Fungsi Heatsink Dan Cara Kerja Heatsink

Pengertian Heatsink, Fungsi Heatsink Dan Cara Kerja Heatsink

Pengertian Heatsink, Fungsi Heatsink Dan Cara Kerja Heatsink –  Image via airkochi.cocolog-nifty

 

Fungsi heatsink adalah memperluas transfer panas yang bersumber dari prosesor kemudian membantu mendinginkannya. Heatsink sendiri merupakan pendingin (cooler) yang didesain secara khusus untuk mempercepat proses pendinginan prosesor (CPU). Komponen ini biasanya terbuat dari logam tembaga kadang ada yang terbuat dari alumunium. Bagaimana bentuk dari heatsink ini?

Heatsink didesain berbeda-beda sehingga bentuknya tidak sama, tergantung dari perangkat yang digunakan. Heatsink yang dipasang pada komputer desktop bentuknya berbeda dengan heatsink pada laptop. Bahkan laptop beda merek kadang model dan jenis heatsink yang digunakan juga tidak sama. Begitu juga pada komputer desktop.

Heatsink memang komponen yang tidak memiliki bentuk statis karena hampir setiap tahun bentuknya seringkali berubah. Namun begitu secara fungsi tidak mengalami perubahan apapun. Lalu sebenarnya cooler ini terbuat dari bahan apa?

Seperti yang disebutkan diawal mayoritas produk heatsink yang digunakan di Indonesia terbuat dari bahan tembaga dan alumunium. Penggunaan kedua bahan ini tentu ada alasan tersendiri. Gabungan antara tembaga dan alumunium pada heatsink adalah kombinasi yang sangat efektif untuk menyerap panas dan secara cepat mendinginkan komponen-komponen lain disekitarnya, terutama prosesor.

Masih mengenai pengertian heatsink beserta fungsinya, tembaga sebagai bahan utama heatsink mempunyai konduktifitas tinggi sehingga merupakan bahan paling bagus sebagai penghantar panas. Kendati demikian tembaga masih kalah cepat dibanding alumunium dalam hal melepaskan panas.

Sebaliknya kemampuan menyerap panas alumunium masih di bawah tembaga. Tapi seperti yang dikatakan tadi, logam ini lebih cepat melepaskan panas dibanding tembaga.

Oleh karena kekurangan dan kelebihan massing-masing logam tersebut selanjutnya perancang merangkai heatsink dengan menggabungkan keduanya. Tentu saja kinerjanya menjadi lebih baik karena di satu sisi heatsink memanfaatkan kelebihan tembaga yang sangat cepat menyerap panas dan di sisi lain juga memanfaatkan kelebihan alumunium yang sangat cepat melepaskan panas.  Kita ambil contoh misalnya laptop. Perangkat ini menggunakan tembaga sebagai penghantar panas dan alumunium untuk mendinginkan prosesornya.

 

Sistem Kerja Heatsink pada Komputer

Seperti cooler pada umumnya, cara kerja heatsink pada komputer sangat sederhana. Pada saat komputer dihidupkan secara otomatis bagian prosesor menjadi panas. Disinilah kemudian heatsink menjalankan fungsinya menyerap panas dari prosesor kemudian menyebarkan panas tersebut ke seluruh bagian heatsink. Setelah panas terserap berikutnya heatsink mendinginkan dengan cara melepaskan panas. proses pelepasan panas ini dibantu oleh kipas pendingin (fan) yang sudah terpasang diatas heatsink.

Sebagai catatan, hindari menyalakan komputer atau laptop tanpa ada heatsink pada perangkat. Memang, di dalam mainboard sendiri sudah dilengkapi sistem yang dapat menonaktifkan komputer secara otomatis pada saat prosesor mengalami panas di atas standar. Namun jika berulang kali computer dinyalakan tanpa heatsink, itu akan sangat membahayakan komponen-komponen pada prosesor.

Sistem Kerja Heatsink pada Komputer

Sistem Kerja Heatsink pada Komputer –  Image via wikipedia

 

Baca Juga: Pengertian IC (Integrated Circuit) Dan Jenis Pada Komputer

 

Jenis-jenis Heatsink Pada Komputer

Ada beberapa jenis heatsink yang biasa digunakan pada komputer dan perangkat elektronik lain, berikut ini diantaranya.

 

Heatsink Casing (Heatsink biasa)

Heatsink jenis ini memindahkan panas dengan memanfaatkan aliran udara yang terdapat dalam casing. Karena sangat tergantung dari besar kecilnya aliran udara maka proses pendinginan prosesor menjadi kurang efektif. Jadi ketika terjadi gangguan udara dalam casing maka kemungkinan besar prosesor tetap bertambah panas.

 

Heatsink Fan (HSF)

Ini merupakan heatsink yang seing digunakan pada komputer dan laptop. Seperti namanya, heatsink ini dilengkapi kipas (fan) dimana penggunaannya tergantung dari arah angin yang dihasilkan fan. Tidak hanya mendinginkan prosesor namun fan juga menjangkau bagian VGA sekaligus juga mendinginkannya.

Cara kerja heatsink Fan sama seperti heatsink biasa. Namun karena diatasnya dilengkapi kipas maka proses transfer panas menjadi lebih cepat. Heatsink Fan juga bekerja lebih baik karena menggunakan teknologi heat-tipe, semacam pipa kecil dari tembaga untuk mentrasfer panas dengan metode kapilaritas. Dengan demikian penyerapan panas menjadi lebih optimal.

Water Cooling (Liquid Cooler)

Water Cooling (Liquid Cooler) – Image via scunthorpecomputers.co.uk

 

Water Cooling (Liquid Cooler)

Heatsink jenis ini menggunakan cairan khusus untuk menetralisir suhu panas pada prosesor dan VGA. Cairan yang disebut liquid cooler ini mampu membuat 10% lebih dingin pada bagian komputer yang terintegrasi. Dengan begitu produktivitas panas bisa dikendalikan. Heatsink water cooling ini hampir tidak menimbulkan suara sehingga tidak berisik seperti pada Heatsink Fan.

Selain cairan khusus, teknik pendingan CPU dengan water cooling ini juga menggunakan water block yang diaplikasikan pada pengait prosesor di motherboard dan radiator. Heatsink jenis ini sangat cocok dipasang pada komputer gaming yang digunakan memainkan game terus-menerus supaya prosesor dan VGA tetap awet.

 

Dry Ice Cooler & Nitrogen Cair

Teknik pendinginan menggunakan heatsink dry ice cooler yaitu komponen komputer akan bersentuhan langsung dengan sebuah tabung tembaga yang sudah diisi es kering (dry ice) atau nitrogen cair. Heatsink ini biasanya digunakan pada komputer yang mengalami over clock. Untuk menghindari adanya pengembunan pasca pendinginan maka komponen-komponen yang didinginkan akan dilapisi pasta dan isolator panas di sekeliling tabung.

Demikian pengertian heatsink beserta fungsinya masing-masing. Heatsink punya peran vital sebagai cooler pada prosesor dan VGA juga rangkaian komputer secara keseluruhan. Jadi pastikan heatsink berfungsi optimal saat komputer dioperasikan.

Add Comment