Pengertian IC (Integrated Circuit) Dan Jenis Pada Komputer

Pengertian IC pada Komputer – Pembaca disini pasti setuju bahwa hampir seluruh perangkat elektronik saat ini menggunakan IC. Dari mulai kalkulator, ponsel, LED, audio/videoplayer, kamera digital, tablet PC, konsol game hingga komputer tak lepas dari komponen yang satu ini. Apa itu IC dan apa fungsi utamanya pada komputer ataupun perangkat elektronik lainnya?

Integrated Circuit atau familiar kita sebut IC adalah sebuah komponen elektronik aktif dmana didalamnya terdapat gabungan ribuan hingga jutaan transistor, resistor, kapasitor, dan diode. Berbagai jenis komponen tersebut diintegrasikan menjadi satu rangkaian elektronika yang dikemas dalam bentuk chip yang kecil.

IC sendiri terbentuk dari bahan semiconductor sedangkan bahan utama yang digunakan teknologi fabrikasi IC untuk membuat semiconductor ini adalah silikon. Jika versi Indonesia maka Integrated Circuit atau IC ini kerap diterjemahkan sebagai Sirkuit Terpadu.

 

Pengertian IC Integrated Circuit Dan Fungsinya

Pengertian IC (Integrated Circuit) Pada Komputer

Pengertian IC (Integrated Circuit) Pada Komputer –  Image via taiwannews

 

Masih mengulas tentang pengertian IC pada Komputer, teknologi canggih ini memang memegang peran vital pada perangkat komputer dan produk elektronik lain. Sebelum IC ini ditemukan, dulu alat-alat elektronik menggunakan teknologi Tabung Vakum yang kemudian perannya digantikan oleh transistor dengan ukuran lebih kecil.

Akan tetapi untuk merangkai bagian-bagian elektronika yang rumit tentu dibutuhkan jumlah transistor yang lebih banyak. Semakin banyak transistor yang ditambahkan maka semakin besar ukuran perangkat elektronik tersebut sehingga kurang efisien jika harus dibawa bepergian.

Dengan munculnya teknologi Integrated Circuit atau IC ini maka memudahkan para perancang produk elektronik untuk membuat alat yang lebih ringan, kecil, tidak makan tempat, dan yang pasti harganya lebih terjangkau.

Menyoal tentang konsumsi listrik , sebuah IC pada komputer mengonsumsi daya jauh lebih rendah dibandin transistor. Karena itulah IC selalu diandalkan untuk performa maksimal peralatan eketronika yang banyak digunakan saat ini. Secara fungsi, tanpa adanya teknologi Integrated Circuit (IC), saat ini mungkin kita belum bisa menikmati perangkat portable seperti handphone, laptop, MP3 Player, dan peralatan elektronik lain yang mudah dibawa kemana-mana.

Baca Juga: Pengertian VGA Card, Fungsi Dan Jenis-jenis VGA Card

 

Jenis-jenis IC Berdasarkan Fungsinya

Berdasarkan fungsi IC itu sendiri, komponen ini dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu IC Linear dan IC Digital serta penggabungan keduanya.

 

Integrated Circuit (IC) Linear

Jenis IC ini lebih sering disebut IC Analog. Selain berfungsi sebagai power amplifier (penguat daya) dan signal amplifier (penguat sinyal), IC Linear juga berfungsi sebagai operational amplifier (memperkuat operasional), microwave amplifier (memperkuat sinyal mikro), multiplier, radio receiver, RF dan IF amplifier, voltage regulator, dan voltage comparator.

 

Integrated Circuit (IC) Digital

Pada prinsipnya IC Digital adalah rangkaian switching dimana tegangan input maupun outputnya hanya memiliki 2 level (level tinggi dan level rendah). Kode binary untuk level tinggi diwakili oleh angka “1” dan level rendah diwakili angka “0”. Selain sebagai microprocessor dan microcontroller, fungsi IC Digital yaitu sebagai Logic Gates (gerbang logika), memory, counter, flip flop, timer, calculator, clock, dan multiplexer.

Satu hal yang perlu diingat, IC merupakan komponen elektronik yang sangat sensitif terhadap efek Electrostatic Discharge (ED). Dengan demikian butuh perawatan khusus supaya kerusakan pada IC bisa dicegah.

Jika dilihat dari fungsinya memiliki peran krusial pada perkembangan teknologi elektronika. Bisa dikatakan IC memiliki banyak kelebihan. Namun apakah Integrated Circuit ini sempurna? Tentu saja tidak karena komponen ini juga memiliki keterbatasan dan kekurangan yang membutuhkan dukungan komponen lain sehingga sebuah rangkaian elektronika bisa berfungsi sebagaimana yang diinginkan.

IC pada komputer atau perangkat elektronik lain merupakan komponen yang hanya mampu beroperasi pada tegangan rendah (5V – 12V). Oleh karena itu apabila tegangan yang didapat lebih tinggi dari tegangan yang sudah ditentukan maka IC membutuhkan adaptor khusus untuk menstabilkan tegangan dari arus listrik.

Jenis-jenis IC

Jenis-jenis IC –  image via learn.sparkfun

 

Baca Juga: Pengertian Motherboard, Komponen dan Fungsinya

 

Keunggulan IC (Integrated Circuit)

IC memiliki keunggulan seperti berikut ini:

  • Memiliki ukuran kecil dan bobot yang ringan sehingga mudah diaplikasikan pada rangkaian elektronika termasuk pada mesin komputer.
  • Bisa diproduksi secara massal dalam jumlah banyak sehingga harganya lebih murah.
  • Lebih bandel dan handal karena pengaplikasiannya tidak membutuhkan bantuan solder.
  • Dalam internal komponen IC interkoneksinya sangat sedikit.
  • Karena ukurannya yang kecil maka hanya membutuhkan konsumsi daya listrik minimal.
  • Lebih muda dilakukan perbaikan (troubleshooting) dan penggantian apabila terjadi kerusakan.
  • Lebih kompatibel untuk pengoperasian pada sinyal rendah.
  • Mampu melakukan fungsi secara maksimal pada rangkaian yang lebih kompleks dan rumit.

 

Kekurangan IC (Integrated Circuit)

IC memiliki beberapa kekurangan seperti berikut ini:

  • Hanya bisa dioperasikan pada tegangan rendah dan tidak mampu memproduksi daya yang tinggi.
  • Sangat sensitif terhadap penanganan yang kasar sehingga dalam perawatannya butuh kehati-hatian.
  • Sangat sensitif terhadap ESD (Electrostatic Discharge).
  • Karena tidak memiliki ketahanan yang cukup pada suhu tinggi, maka dalam pengoperasiannya membutuhkan bantuan kipas, heat sink, dan ventilasi untuk menurunkan suhu disekitarnya.
  • Toleransi terhadap tegangan sangat minimal sehingga tegangan berlebihan mudah merusak komponen internal IC.
  • Saat merancang rangkaian elektronika butuh datasheet dari produsen IC untuk mengetahui karakteristik maupun tegangan yang paling cocok.
  • Dalam pengaplikasiannya membutuhkan koneksi luar ke bagian komponen inductor maupun transformator (trafo) agar aktivitas yang berkaitan dengan induksi maupun elektromagnetik dapat berjalan maksimal. Ini karena sampai sekarang teknologi IC belum memungkinkan mengintegrasikan inductor maupun transformator ke dalam Internal IC.
  • IC juga membutuhkan koneksi luar menuju komponen capacitor jika nilai kapasitansinya di atas 30pF.

Demikian pembahasan mengenai pengertian IC pada komputer maupun alat-alat elektronik lainnya. secara fungsi IC memang sangat praktis dan mudah dipasang karena ukuran yang relatif kecil. Namun dalam perawatan dan pengoperasiannya harus hati-hati karena rentan mengalami kerusakan.

Add Comment