Pengertian Mikrokontroler, Jenis, Fungsi, Dan Contoh Project Mikrokontroler

Mikrokontroler banyak digunakan pada dunia industri, rumah tangga dan berbagai bidang lainnya. Mikrokontroler semakin hari, semakin banyak dikembangkan dalam berbagai project, misalkan saja remot lampu LED, Jam digital dan lain sebagainya. Bagi Anda yang ingin menggali lebih dalam mengenai Mikrokontroler dan Arduino berikut kami jelaskan mengenai pengertian mikrokontroler, jenis, fungsi dan contoh sederhananya.

 

Pengertian Mikrokontroler, Jenis, Fungsi, Kelebihan Dan Contoh Project Mikrokontroler

 

Pengertian Mikrokontroler

Mikrokontroler merupakan chip yang fungsinya untuk pengendali rangkaian elektronika, dan memiliki kemampuan untuk menyimpan program. Perangkat ini biasanya tersusun dari Central Processing Unit atau CPU, input / output (I/O) tertentu, memori serta unit pendukung bisa berupa ADC (Analog to Digital Converter), yang sudah saling terintegrasi.

Pengertian Mikrokontroler, Jenis, Fungsi, Kelebihan Dan Contoh Project Mikrokontroler

Pengertian Mikrokontroler, Jenis, Fungsi, Kelebihan Dan Contoh Project Mikrokontroler

 

Keunggulan dari mikrokontroler adalah tersedianya peralatan I/O pendukung dan RAM. Oleh karenanya ukuran dari board mikrokontroler bisa lebih ringkas. Sebagai contoh mikrokontroler MCS51 yang merupakan mikrokomputer CMOS dengan spesifikasi 8 bit berkapasitas 4 KB Flash PEROM atau Programmable And Erasable Only Memory. Dengan begitu pemrograman pada mikrokontroler bisa dihapus dan ditulis kembali hingga seribu kali.

Penerapan teknologi high density non volatile memory diusung pada pembuatan mikrokontroler tersebut. keberadaan Flash PEROM on chip itu menjadikan mikrokontroler itu memiliki kemampuan in system programing atau bisa diprogram ulang dengan bantuan sistem tertentu. Bisa juga dengan mengaplikasikan programmer non volatile memory yang konvensional. Wajar saja kalau mikrokontroler MCS51 terbukti handal dan fleksibel berkat kolaborasi spesifikasi tersebut.

mikrokontroler MCS51

mikrokontroler MCS51

 

 

Perbedaan Antara Mikrokontroler  Dan Komputer

Mikrokontroler memang hanya dapat dimanfaatkan untuk suatu aplikasi khusus saja. Jadi hanya mampu menyimpan satu program saja. Tidak seperti halnya sistem komputer yang bisa digunakan untuk beragam program aplikasi. Sebagai contoh untuk pengolahan angka, kata, grafis dan sebagainya.

Perbedaan lain bisa terlihat pada perbandingan ROM dan RAM-nya. Kalau sistem komputer mempunyai perbandingan RAM dan ROM yang besar. Jadi berbagai program penggunanya tersimpan di dalam media RAM yang terbilang besar kapasitasnya. Nah, kalau aktivitas rutin antarmuka dari perangkat kerasnya tersimpan pada media ROM yang relatif kecil.

Berbanding terbalik dengan mikrokontroler, perbandingan antara ROM dan RAM relatif besar. Dengan begitu, program kontrol tersimpan di dalam ROM, yang dimensinya relatif lebih besar. ROM tersebut bisa sebagai Flash PEROM atau Masked ROM. Nah, untuk RAM dimanfaatkan untuk media penyimpanan sementara. Hal ini juga termasuk berbagai register yang dimanfaatkan oleh mikrokontroler tersebut.

 

Berbagai Kelebihan Sistem Mikrokontroler

Dengan memahami pengertian mikrokontroler, maka bisa memaksimalkan penggunaan mikrokontroler yang sangat menguntungkan bagi kehidupan manusia. Sehingga teknologi ini tetap dibutuhkan dan akan terus dilakukan pengembangan. Demi lebih mengoptimalkan fungsi dan kinerjanya. Nah, apa sajakah kelebihan dari sistem mikrokontroler?

  • Bisa mengandalkan bahasa pemrograman assembly. Sehingga dalam pemakaian mikrokontroler bisa berdasarkan pada kaidah digital dasar. Dengan begitu, cara operasional sistemnya semakin mudah dilakukan. Dengan mengandalkan logika sistemnya. Penggunaan bahasa assembly tersebut lebih mudah dipahami. Karena parameter input serta output-nya bisa langsung diakses tanpa melalui banyaknya perintah. Jadi desain dari bahasa assembly tersebut tidak mengharuskan penerapannya syarat penulisan pada bahasa pemrogramannya. Seperti halnya penulisan huruf kecil dan huruf besar tetap diajarkan dalam penggunaan bahasa assembly.
  • Mikrokontroler di susun di dalam satu chip, sehingga prosesor, I/O dan memori diintegrasikan menjadi kesatuan kendali sistem. Dengan demikian, mikrokontroler bisa disebut sebagai komputer mini, yang memiliki performa inovatif yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dari sistemnya.
  • Sistem running pada mikrokontroler memiliki sifat yang berdiri sendiri. Jadi tidak terpengaruh besar oleh komputer. Oleh karena parameter komputernya hanya dimanfaatkan saat mengunduh instruksi atau programnya saja. Cara untuk mengunduh komputer menggunakan mikrokontroler juga terbilang mudah diaplikasikan. Oleh karena tidak mengharuskan penggunaan banyaknya perintah.
  • Terdapat fasilitas tambahan pada mikrokontroler berupa pengembangan I/O dan memori, yang dapat disesuaikan kebutuhan dari sistemnya.
  • Harga jual dari mikrokontroler terbilang murah dan mudah didapatkan di pasaran.

 

Jenis-jenis Mikrokontroler

Ada beberapa jenis Mikrokontroler yang umum orang gunakan dalam kegiatan project. Berikut adalah jenis Mikrokontroler yang mungkin harus kamu ketahui.

  • Keluarga MCS51
  • Mikrokonktroler Alv and Vegard’s Risc processor (AVR)
  • Keluarga PIC
  • Keluarga ARM
  • AMCC
  • Dll

Contoh Project Mikrokontroler Sederhana

 

  • Prinsip Digit Up Down Counter Circuit
Mikrokontroler

Mikrokontroler

Dikutip dari electronicshub.org, salah satu project sederhana dari penerapan Mikrokontroler adalah Prinsip Digit Up Down Counter Circuit.

Menggunakan 8051 Microcontroller

Menggunakan 8051 Microcontroller

Dalam penerapan project kali ini menggunakan Menggunakan 8051 Microcontroller. Untuk komponen sebagai berikut:

AT89C51 (8051 Microcontroller)
2 X 7-Segment Displays
2 X 2N2222 NPN Transistors
3 X Push Buttons
2 X 10KΩ Resistors
2 X 470Ω Resistors
8 X 100Ω Resistors
11.0592 MHz Crystal
2 X 33pF Capacitor
10μF/16V Capacitor
1KΩ X 8 Resistor Pack
Mini Breadboard
5V Power Supply
8051 Programmer

 

Fungsi Dari Mikrokontroler Dan Aplikasinya Dalam Kehidupan Manusia

Perangkat ini mempunyai banyak fungsi, sehingga keberadaan mikrokontroler sangat penting. Beberapa fungsi mikrokontroler yang umum digunakan adalah sebagai Analog Digital Converter (ADC), sebagai timer atau pemberi informasi waktu, sebagai pembangkit osilasi, sebagai flip-flop, sebagai encoder serta decoder, sebagai counter dan lain sebagainya.

Penggunaan mikrokontroler sangatlah luas, seperti dalam dunia dekorasi atau hiasan bisa dimanfaatkan dalam pembuatan running text. Alat ini biasanya dimanfaatkan sebagai penunjang rambu-rambu lalu lintas, papan informasi di perkantoran, jalan, toko, pusat perbelanjaan, stasiun kereta api dan sebagainya.

Sedangkan dalam dunia industri, teknologi mikrokontroler biasanya dimanfaatkan sebagai sensor temperatur atau suhu, lengan robot, penghitung di mesin konveyor, dan masih banyak lagi aplikasinya. Nah, kalau dalam bidang rumah tangga bisa dimanfaatkan dalam pembuatan jam digital dan sebagainya. Jadi dengan memahami pengertian mikrokontroler, maka sangat banyak produk bermanfaat yang bisa diciptakan.

Add Comment